Seribu Zirah Rindu

Seribu Zirah Rindu

  • 129.000


Husain lahir dari rahim seorang ibu yang sangat setia, tetapi pula berasal dari seorang ayah yang pencemburu dan akhirnya memilih untuk tidak setia. Ibunya yang sederhana, penuh dengan cinta, setia, dan terjaga, harus menerima pengkhianatan ayahnya yang lari ke gadis Timur Tengah. Dan pada saat yang sama, cinta tulus dan suci Husain kepada Halimah pun harus kandas pula di tengah jalan. Husain, seorang pemuda taat, hafidz al-Qur’an, sarjana dengan predikat Cumlaude, harus menerima pengkhianatan dari Halimah. Husain menjerit. Merintih. Memberontak pada semua ketidaksetiaan ini. Husain limbung, dan memilih untuk menempuh jalan buruk.

Husain merantau, mencari sesuatu yang bahkan mungkin tak pernah dicari siapa pun! Namanya mendadak menjadi terkenal, didengar nasihat-nasihatnya, hingga terbongkarlah kembali masa lalunya yang kelam.

Rukmana, salah seorang perempuan yang aktif dalam mimbar-mimbar pengajiannya, mencurahkan hati, meminta nasihat terbaik dari Husain. Perempuan itu menderita KDRT, hamil di luar nikah, sangat membenci laki-laki yang menghamilinya itu, walau Mulyana—nama laki-laki itu—telah menjadi suaminya.

Dan, takdir menghendaki bahwa dalam keadaan Rukmana masih berstatus sebagai istri Mulyana, sayap-sayap cinta terbentang di dadanya pada Husain. Dan Husain pun mencintainya... “Cinta terlarang” terjadi dan tak bisa disembunyikan lagi.

Saat Husain dan rombongan pergi mengantarkan Rukmana pulang demi membebaskan dirinya dari jerat KDRT, betapa kagetnya Husain ketika berjumpa dengan lelaki bernama Mulyana itu.

Siapakah lelaki itu? Bagaimana nasib hubungannya dengan Rukmana? Bagaimana pula dengan hati seorang Irene—putri dari Haji Tajmuddin yang sangat berharap Husain bisa menjadi menantunya? Dan bagaimana pula nasib Halimah dan para gadis dari masa lalu yang harus muncul kembali di kehidupan Husain?