Sandiwara Bumi

Sandiwara Bumi

  • 90.000


Inilah kisah tragis kehidupan sebuah keluarga yang harus berpisah kemudian menjalani takdirnya masing-masing. Takdir yang kelak dipertemukan dan menjadi dilema bagi para pemilik hati.

Di suatu tempat, Badrun dan Baihaqi menjalani takdirnya sendiri-sendiri. Badrun diasuh oleh pasangan suami istri yang mempunyai karakter berbeda, iblis dan malaikat, hingga membuat Badrun tumbuh menjadi pemuda yang mempunyai sifat bertolak belakang, kadang alim, zhalim, baik, kejam, dan seterusnya. Berbeda dengan Baihaqi, kakak Badrun, yang diasuh oleh seorang kiai, Baihaqi tumbuh menjadi seorang ustadz terkenal dan memiliki kepribadian lembut.

Badrun yang cerdas dan shalih, terkadang berubah menjadi bengis dan kejam karena kelam masa lalunya. Hingga akhirnya ia “menerima” cinta teman kuliahnya bernama Zainab. Zainab sebenarnya sudah sejak SMA jatuh cinta kepadanya, namun keduanya tak memiliki keberanian untuk menyatakannya. Ketika keduanya berjanji untuk saling setia, Badrun bertekad untuk mencari dan menemukan orang-orang yang dikasihi dan dirinduinya; Ayah, Kakak dan Ibunya.

Di saat perasaan Badrun berkecamuk tak karuan, Zainab justru menjauh dan menghindar. Seorang pemuda yang lebih baik, shalih, dan tampan telah memikat hati Zainab dan memalingkannya dari cinta Badrun. Siksaan batin Badrun bertambah manakala mengetahui bahwa Zainab justru akan menjadi istri kakaknya sendiri. Hatinya remuk redam, tak percaya dengan semua itu.

Bagaimana nasib Badrun selanjutnya? Bagaimana pula hubungan Baihaqi dan Zainab? Akankah Zainab menikah dengan Baihaqi ataukah kembali ke pelukan Badrun? Tahukah Baihaqi bahwa Zainab adalah kekasih adiknya sendiri, Badrun? Apakah Badrun bisa bertemu dengan ayahnya yang terpisah karena bencana?

Inilah kisah tentang makna kehilangan, perpisahan, persaudaraan, dan kekuatan cinta. Kisah pelik dan penuh air mata, di mana cinta dan persaudaraan menjadi sesuatu yang tak biasa. Baca dan nikmati helai demi helai kisahnya, posisikan diri Anda sebagai Badrun dan atau Baihaqi lalu siapkan hati…